>>>.Beberapa hari lalu,anak sy yg usianya 4tahun main-main pisau cukur. Dia sering lihat sy cukur cambang pakai ini
>>> Pas dia main-mainin ke wajahnya, ketahuan oleh sy. Sy kaget, "eh,Fa..gak main-main ini, bahaya!" Sy ambil pisau cukurnya.
>>>Lalu sy keluarin silet dari sarangnya. Saya ambil kertas. "Nih Fa..lihat ini. Tajam banget ini Fa!" Kata sy.
>>>Sy jepit kertas dgn jari telunjuk & jempol kiri. Silet dgn telunjuk & jempol kanan. Lalu sy sobek kertasnya dgn silet.
>>>Anak sy melongo. Rupanya, sy terlalu kencang mengiris kertasnya. Dan siletnya memang luar biasa tajamnya. Sreett!
>>> Bukan cuma kertasnya yg sobek. Jari telunjuk kiri sy juga sobek sodara-sodaraaa! Dan seketika itu jg darah mengucur..
>>>.Anak sy makin melongo. Bergidik ngeri melihat darah yg mengucur dari jari sy. "Tuh,kan..berdarah! Kalau tadi kena wajah gmn?"
>>>Unpredictable ngasi contohnya. Jadi dramatis banget :D skrg sy harus beresin jari telunjuk yg darahnya muncrat deras *lebay*
>>>Lesson number one. Beri contoh kongkrit pada anak,biar "cause-effect" nya jelas. Biar dia tahu persis resikonya..haha :))
>>>Sy semprot lukanya pakai alkohol biar steril & semoga langsung berhenti kucuran darahnya. Dan..gagal! Darahnya masi netes.
>>>Sy kompres lukanya pake es, tutup pake tisu krn kapas habis. Dan darahnya masih terus netes. Bisa tewas kehabisan darah nih..
>>> Baiklah..daripada kelamaan darahnya netes terus. Sy pake jurus andalan yg sy ajarin di #KelasMTM Nama jurusnya -->visualize
>>>Gimana jurusnya? Sederhananya gini ; sy duduk santai. Tutup mata. Lalu sy bilang ke pembuluh darah di jari telunjuk sy..
>>> "Duhai pembuluh darah telunjuk. Udahan yee sobeknya. Sekarang tutup sobeknya,biar gak habis. Darahku mahal tau!"
>>>Krn sy udah temenan sama si pembuluh darah telunjuk,dia nurut. Perlahan sy perhatikan sobek pembuluh darah mulai merapat..
>>>Pelan-pelan..sobeknya makin merapat..mengecil..menutup..makin merapat. Dan akhirnya tertutup sempurna.
>>>Sekitar 2 menit kemudian.. saya lihat luka di jari telunjuk tadi. Alhamdulillaaah..darahnya berhenti total. Thanks sob!
>>>Nah,simpel kan jurusnya? Sakti ya? Hehehe.. Udah kayak di pelem-pelem aja ya? It's real! :D
>>>Sebenarnya biasa aja. Di banyak rumah sakit besar di eropa, jurus ini biasa banget dipake utk pasien-pasien kanker,tumor dll.
>>>Prinsipnya sederhana; 1.seluruh anggota tubuh,dikendalikan oleh pikiran. 2.pikiran kita gak bisa bedakan imajinasi&kenyataan.
>>>Jadi, kapan-kapan, seandainya..ini seandainya ya.. Ketemu kondisi darurat kek gini. Anda bisa pake jurus ini utk P3K ;)
>>>Gak perlu obat,gak perlu alat, cukup pakai pikiran yg anda bawa kemana-mana. So simple! Meski sensitifitasnya perlu dilatih:)
>>>Oke,sekian dulu obrolan #Visualize nya. Adegan darah tadi murni kecelakaan. Don't try this at home dengan sengaja ya! :D
Human Expert || Productivity Coach || #TrainingBackpakeran || Redesign your mind body and soul with @60fatloss || In House Training:: 0853-513-50002/ 2A4D6ED0
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Oktober 2013
Senin, 07 Oktober 2013
Think Simple
>>>Di KelasMTM kemarin, saya berikan simulasi ke para peserta. Sebuah game sederhana. Sederhana banget.
>>>Saya tunjukkan sebuah game dari seutas rantai & ring. Si rantai sy renggangkan dgn jari telunjuk & jempol tangan kiri.
>>>Lalu ring berdiameter ± 3cm sy pegang dgn jari telunjuk & jempol tangan kanan.
>>>Kemudian, rantai di tangan kiri sy masukkan ke dalam ring di tangan kanan. Sehingga ring berada di luar rantai.
>>>Lalu ring itu sy naik & turunkan ke bawah & ke atas rantai. Dan dilepaskan..hupp! Criingg! Si ring jatuh ke lantai.
>>>Saya bilang, "nah,ini kondisi normalnya.." lantas saya ulangi lagi memasukkan rantai ke dalam ring. Naik & turunkan lagi.
>>> sy lepaskan lg ring dari jari tangan kanan..simsalabim! Hupp!Si ring tak lagi jatuh ke lantai,krn sekarang ia terikat ke rantai.
>>>Ya, si rantai sekarang secara cantik mengikat ring yg seharusnya jatuh ke lantai.
>>>Dan peserta pun bengong. "Eh,kok bisa gitu?" "Kok bisa ngiket?" "Kok bisa..?"
>>>Lalu seperti demian, saatnya sy bilang..sempurnaaaa! Dan peserta masih bengong di tempatnya.
>>>"Sekarang silakan coba!" Kata sy ke teman-teman peserta. Dan mereka mulai mencoba..
>>>Simulasi ini sy berikan di hari pertama. Karena masi banyak materi yg harus dibahas, mereka mencoba di sela-sela break.
>>>Malam hari seusai workshop hari pertama, mereka lanjutkan mencoba simulasi ini. Dan nyaris frustasi :D
>>>Pagi di hari kedua sy bertanya, "gimana sudah ada yang sukses?" Sy gak perlu jawaban, krn nampaknya blm ada yg berhasil.
>>>Sy belum kasi tahu rahasianya, krn memang belum masuk ke materinya. Pasca break shalat Asar,baru sy bahas.
>>> "Perhatikan baik-baik!" Kata sy mengulangi simulasinya. Masukkan rantai ke ring,daaan.. "Fuahh!" Nyangkut ringnya!
>>>Beberapa kali sy ulangi. Mata peserta tak ada yg berkedip melihat "kesaktian" sy :)) seolah-olah gerak tangan sy super cepat.
>>> Berkali-kali sy lakukan. Mereka mengamati tak berkedip. "Nah,coba lagi" nyaris 1jam dihabiskan utk materi yg satu ini.
>>> "Keywordnya; modeling & fokus ke solusi!" Saya bilang. Di slide terpampang gambar & tulisan besar; MODELING"
>>>Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya tinggal 1orang yg belum menemukan RAHASIA simulasi ini.
>>>Kenapa yg lain berhasil & hanya tinggal satu orang yg BELUM berhasil ? Padahal semua keyword sudah dijelaskan gamblang.
>>>Jawabannya ada di ; The way we THINK! Ya, cara kita BERPIKIR ! Ini yg jadi bahasan utamanya.
>>>Hidup kita, selalu dikepung oleh segala dinamika yg selanjutnya biasa disebut persoalan alias masalah.
>>>Kenapa ada yg namanya masalah?
>>> Ya,karena kita masih hidup, dan karena kita menamakan segala dinamika kehidupan itu dengan kata "masalah".
>>>Seperti yg sering kita bahas, saat seseorang menganggap dinamika itu masalah, yg muncul adalah emosi negatif.
>>>Suatu perasaan ketaknyamanan di dada. Kenapa itu muncul? Ya, krn #datastorage kita memuat data itu di dalamnya.
>>>Pikiran kita, sejak lahir sampai detik ini sudah menerjemahkan bahwa kata "masalah" adalah sesuatu yg tak menyenangkan.
>>> "Orang bermasalah", "rumah bermasalah", "bermasalah dgn rumahtangga", "masalah di tubuh" dll, dsb.
>>>Semuanya dipersepsikan sebagai sesuatu yg tak diinginkan untuk terjadi. Feel-nya jelas membuat tak nyaman.
>>>Maka, sy benar-benar takjub dgn peserta TrainingBackpackeran kemarin. Sy bilang, "tak ada yg hafal jalan ke puncak gunung".
>>>"Kita punya pilihan menganggapnya sebuah masalah atau sebuah tantangan" kata sy.
>>>Dan semua sepakat menamakannya dgn TANTANGAN. Hasilnya? kita menghajar tantangan itu dengan senang hati!
>>>Begitupun simulasi ring & rantai tadi. Ada 2 hal yg jadi teknik problem solving-nya.
>>>1.Modeling--> Perhatikan CARA orang yg lebih dulu berhasil dalam melakukan yg ingin kita lakukan itu. Lalu ikuti caranya!
>>>2. Focus! -->Sy katakan, "perhatikan fokusnya! Jangan salah fokus! Fokus ke SOLUSI, abaikan masalahnya!"
>>>Kedua teknik ini mengerucut ke "The way we think", utk dapatkan kedua poin itu, think SIMPLE! Berpikirlah dgn sangat sederhana!
>>>Masalah itu semakin rumit, karena kita tak mampu berpikir sederhana hingga kita akhirnya mendramatisasi masalah itu.
>>> Hanya dgn menyederhanakan cara berpikir, baru kita bisa memodel orang lain yg sudah lebih dulu berhasil.
>>>Lantas fokus pada solusi pun, hanya bisa dilakukan bila kita tak lagi mendramatisasi masalah yg ada.
>>>Adakah hubungannya dengan MentalBlock? ah,tak perlu ditanya..jelaslah ada!
>>> MentalBlock lah yg paling berperan utk menyulitkan kita membereskan masalah-masalah yg ada.
>>> MentalBlock lah yg membuat kesombongan itu semakin menggembung, sehingga gengsi bertanya "gimana caranya?"
>>> Mentalblock juga yg selama ini membuat pernyataan, "ah,dia sih enak..lha saya?"
>>> MentalBlock juga yg membuat kita memelihara fokus pada masalah, bukan solusi.
>>>MentalBlock juga yg membuat kita memelihara peRASAan tak nyaman hingga ia betah berdiam di diri. Padahal tak ada manfaatnya!
>>>MentalBlock juga yg membuat kita lebih betah menggunakan kata "masalah" dibanding kata "tantangan".
>>>Nah,tetaplah berpikir sederhana. Hanya dari sana semua kemudahan akan berloncatan & membereskan segala persoalan kehidupan..
>>>Ingat! Kita yg bertanggung jawab atas diri kita. Tak boleh ada faktor eksternal yg boleh mengganggu kenyamanan perasaan kita.
>>>Hanya kita yg berhak menentukan,kita akan bahagia atau tak bahagia!
>>>Saya tunjukkan sebuah game dari seutas rantai & ring. Si rantai sy renggangkan dgn jari telunjuk & jempol tangan kiri.
>>>Lalu ring berdiameter ± 3cm sy pegang dgn jari telunjuk & jempol tangan kanan.
>>>Kemudian, rantai di tangan kiri sy masukkan ke dalam ring di tangan kanan. Sehingga ring berada di luar rantai.
>>>Lalu ring itu sy naik & turunkan ke bawah & ke atas rantai. Dan dilepaskan..hupp! Criingg! Si ring jatuh ke lantai.
>>>Saya bilang, "nah,ini kondisi normalnya.." lantas saya ulangi lagi memasukkan rantai ke dalam ring. Naik & turunkan lagi.
>>> sy lepaskan lg ring dari jari tangan kanan..simsalabim! Hupp!Si ring tak lagi jatuh ke lantai,krn sekarang ia terikat ke rantai.
>>>Ya, si rantai sekarang secara cantik mengikat ring yg seharusnya jatuh ke lantai.
>>>Dan peserta pun bengong. "Eh,kok bisa gitu?" "Kok bisa ngiket?" "Kok bisa..?"
>>>Lalu seperti demian, saatnya sy bilang..sempurnaaaa! Dan peserta masih bengong di tempatnya.
>>>"Sekarang silakan coba!" Kata sy ke teman-teman peserta. Dan mereka mulai mencoba..
>>>Simulasi ini sy berikan di hari pertama. Karena masi banyak materi yg harus dibahas, mereka mencoba di sela-sela break.
>>>Malam hari seusai workshop hari pertama, mereka lanjutkan mencoba simulasi ini. Dan nyaris frustasi :D
>>>Pagi di hari kedua sy bertanya, "gimana sudah ada yang sukses?" Sy gak perlu jawaban, krn nampaknya blm ada yg berhasil.
>>>Sy belum kasi tahu rahasianya, krn memang belum masuk ke materinya. Pasca break shalat Asar,baru sy bahas.
>>> "Perhatikan baik-baik!" Kata sy mengulangi simulasinya. Masukkan rantai ke ring,daaan.. "Fuahh!" Nyangkut ringnya!
>>>Beberapa kali sy ulangi. Mata peserta tak ada yg berkedip melihat "kesaktian" sy :)) seolah-olah gerak tangan sy super cepat.
>>> Berkali-kali sy lakukan. Mereka mengamati tak berkedip. "Nah,coba lagi" nyaris 1jam dihabiskan utk materi yg satu ini.
>>> "Keywordnya; modeling & fokus ke solusi!" Saya bilang. Di slide terpampang gambar & tulisan besar; MODELING"
>>>Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya tinggal 1orang yg belum menemukan RAHASIA simulasi ini.
>>>Kenapa yg lain berhasil & hanya tinggal satu orang yg BELUM berhasil ? Padahal semua keyword sudah dijelaskan gamblang.
>>>Jawabannya ada di ; The way we THINK! Ya, cara kita BERPIKIR ! Ini yg jadi bahasan utamanya.
>>>Hidup kita, selalu dikepung oleh segala dinamika yg selanjutnya biasa disebut persoalan alias masalah.
>>>Kenapa ada yg namanya masalah?
>>> Ya,karena kita masih hidup, dan karena kita menamakan segala dinamika kehidupan itu dengan kata "masalah".
>>>Seperti yg sering kita bahas, saat seseorang menganggap dinamika itu masalah, yg muncul adalah emosi negatif.
>>>Suatu perasaan ketaknyamanan di dada. Kenapa itu muncul? Ya, krn #datastorage kita memuat data itu di dalamnya.
>>>Pikiran kita, sejak lahir sampai detik ini sudah menerjemahkan bahwa kata "masalah" adalah sesuatu yg tak menyenangkan.
>>> "Orang bermasalah", "rumah bermasalah", "bermasalah dgn rumahtangga", "masalah di tubuh" dll, dsb.
>>>Semuanya dipersepsikan sebagai sesuatu yg tak diinginkan untuk terjadi. Feel-nya jelas membuat tak nyaman.
>>>Maka, sy benar-benar takjub dgn peserta TrainingBackpackeran kemarin. Sy bilang, "tak ada yg hafal jalan ke puncak gunung".
>>>"Kita punya pilihan menganggapnya sebuah masalah atau sebuah tantangan" kata sy.
>>>Dan semua sepakat menamakannya dgn TANTANGAN. Hasilnya? kita menghajar tantangan itu dengan senang hati!
>>>Begitupun simulasi ring & rantai tadi. Ada 2 hal yg jadi teknik problem solving-nya.
>>>1.Modeling--> Perhatikan CARA orang yg lebih dulu berhasil dalam melakukan yg ingin kita lakukan itu. Lalu ikuti caranya!
>>>2. Focus! -->Sy katakan, "perhatikan fokusnya! Jangan salah fokus! Fokus ke SOLUSI, abaikan masalahnya!"
>>>Kedua teknik ini mengerucut ke "The way we think", utk dapatkan kedua poin itu, think SIMPLE! Berpikirlah dgn sangat sederhana!
>>>Masalah itu semakin rumit, karena kita tak mampu berpikir sederhana hingga kita akhirnya mendramatisasi masalah itu.
>>> Hanya dgn menyederhanakan cara berpikir, baru kita bisa memodel orang lain yg sudah lebih dulu berhasil.
>>>Lantas fokus pada solusi pun, hanya bisa dilakukan bila kita tak lagi mendramatisasi masalah yg ada.
>>>Adakah hubungannya dengan MentalBlock? ah,tak perlu ditanya..jelaslah ada!
>>> MentalBlock lah yg paling berperan utk menyulitkan kita membereskan masalah-masalah yg ada.
>>> MentalBlock lah yg membuat kesombongan itu semakin menggembung, sehingga gengsi bertanya "gimana caranya?"
>>> Mentalblock juga yg selama ini membuat pernyataan, "ah,dia sih enak..lha saya?"
>>> MentalBlock juga yg membuat kita memelihara fokus pada masalah, bukan solusi.
>>>MentalBlock juga yg membuat kita memelihara peRASAan tak nyaman hingga ia betah berdiam di diri. Padahal tak ada manfaatnya!
>>>MentalBlock juga yg membuat kita lebih betah menggunakan kata "masalah" dibanding kata "tantangan".
>>>Nah,tetaplah berpikir sederhana. Hanya dari sana semua kemudahan akan berloncatan & membereskan segala persoalan kehidupan..
>>>Ingat! Kita yg bertanggung jawab atas diri kita. Tak boleh ada faktor eksternal yg boleh mengganggu kenyamanan perasaan kita.
>>>Hanya kita yg berhak menentukan,kita akan bahagia atau tak bahagia!
Jumat, 06 September 2013
Stress Release
>>>Pertama, pahami dulu, stres itu fitrah. Tekanan dlm kehidupan itu sunatullah. Wajib ada.
>>>Masih bernafas? Jantung masi berdetak? Kita masih akan terus bertemu tekanan-tekanan.
>>>Tak perlu berharap hidup bebas dari tekanan. Berharaplah bisa gagah dalam hadapi tekanan.
>>>Tekanan hidup itu biasa menghantam psikis kita. Pintar-pintarlah mengelolanya.
>>>Yg paling pintar kelola tekanan, biasanya itulah yg akan melesat di depan.
>>>Nah, pernah merasa kepala penuh kayak mau meledak? Dada nyesek?
>>>Itu tanda tekanan sudah mulai memuncak. Segera buang ke tempat sampah. Caranya?
>>>Oke begini caranya.
>>>Pejamkan mata..bayangkan tekanan yg ada di dada itu berkumpul, lalu bayangkan tekanan itu BERUBAH menjadi sebuah benda.
>>>Bisa berubah jd benang kusut, cahaya, bola atau benda apapun yg anda mau. Beri warna yg jelas & bentuk yg jelas.
>>>Kalau sudah jelas bentuk & warnanya, sekarang tarik nafas panjang, lalu keluarkan perlahan..
>>>..sambil bayangkan benda itu keluar bersama hembusan nafas. Fiiiuuuh..
>>>Bayangkan lagi, tarik nafas panjang.. Lalu hembuskan perlahan sambil bayangkan benda itu keluar. Fiiuuhh..
>>>Ulangi terus..jika sudah, buka mata, beri nilai. 0 - 10 berapa nilai rasa tak nyamannya?
>>> Kalau masih >5 ulangi lagi langkah diatas, sampai dibawah 3. Bahkan sampai NOL.
>>> Ini adalah P3S (pertolongan pertama pada stres). Tujuannya agar, "sampah"nya tak menggunung.
>>> Idealnya, "sampah" itu tak perlu masuk ke diri kita, tapi kalau sudah masuk ya tinggal di buang.
>>>Ini salah satu materi di workshop "Mind Tech Mastery". Kapan-kapan kita ketemu di kelas ya, biar makin jelas.
>>> Oke, sekian dulu ya stress release-nya. Semoga bermanfaat.
>>>Enjoy your high quality life! -the end-
>>>Masih bernafas? Jantung masi berdetak? Kita masih akan terus bertemu tekanan-tekanan.
>>>Tak perlu berharap hidup bebas dari tekanan. Berharaplah bisa gagah dalam hadapi tekanan.
>>>Tekanan hidup itu biasa menghantam psikis kita. Pintar-pintarlah mengelolanya.
>>>Yg paling pintar kelola tekanan, biasanya itulah yg akan melesat di depan.
>>>Nah, pernah merasa kepala penuh kayak mau meledak? Dada nyesek?
>>>Itu tanda tekanan sudah mulai memuncak. Segera buang ke tempat sampah. Caranya?
>>>Oke begini caranya.
>>>Pejamkan mata..bayangkan tekanan yg ada di dada itu berkumpul, lalu bayangkan tekanan itu BERUBAH menjadi sebuah benda.
>>>Bisa berubah jd benang kusut, cahaya, bola atau benda apapun yg anda mau. Beri warna yg jelas & bentuk yg jelas.
>>>Kalau sudah jelas bentuk & warnanya, sekarang tarik nafas panjang, lalu keluarkan perlahan..
>>>..sambil bayangkan benda itu keluar bersama hembusan nafas. Fiiiuuuh..
>>>Bayangkan lagi, tarik nafas panjang.. Lalu hembuskan perlahan sambil bayangkan benda itu keluar. Fiiuuhh..
>>>Ulangi terus..jika sudah, buka mata, beri nilai. 0 - 10 berapa nilai rasa tak nyamannya?
>>> Kalau masih >5 ulangi lagi langkah diatas, sampai dibawah 3. Bahkan sampai NOL.
>>> Ini adalah P3S (pertolongan pertama pada stres). Tujuannya agar, "sampah"nya tak menggunung.
>>> Idealnya, "sampah" itu tak perlu masuk ke diri kita, tapi kalau sudah masuk ya tinggal di buang.
>>>Ini salah satu materi di workshop "Mind Tech Mastery". Kapan-kapan kita ketemu di kelas ya, biar makin jelas.
>>> Oke, sekian dulu ya stress release-nya. Semoga bermanfaat.
>>>Enjoy your high quality life! -the end-
Selasa, 03 September 2013
Sindrom Level 3
>>>Pernahkah melihat orang yg saat berbicara ingin mendominasi? Ingin tampil sebagai yg paling pintar?
>>>Pernahkah melihat orang yg selalu memamerkan kekayaannya?
>>>"Kemarin kan sy ke Bali,nginep di hotel.ya ampun hotelnya 2juta per malam.Alhamdulillah sih ada rezekinya.." <~ pernah dengar?
>>>Temen-temen alumni training "Mind Tech Mastery" biasa menyebut orang-orang semacam ini "orang level 3".
>>>Orang level 3 adalah org yg kondisi sebenarnya masih setengah. Di kondisi ini hasrat pengakuan itu memang besar sekali.
>>>Dia memang punya ilmu, tapi kapasitas ilmunya sebenarnya masih biasa saja. Tidak benar-benar wow. Biasa saja.
>>> Jika tentang kaya,dia mungkin kaya. Tapi kekayaannya juga masih biasa saja. Tak benar-benar kaya.
>>>Suatu saat sy kedatangan seorang klien. Namanya pak Ded. Pak Ded ini seorang pebisnis.
>>>Beliau sering ditunjuk menjadi imam di masjid dekat rumahnya krn ia aktif di masjid & punya pemahaman agama yg baik.
>>>Saat datang ke sy,beliau cerita. Ada masalah yg dirasanya cukup mengganggu dirinya
>>>Di masjid dekat rumahnya itu ada 3 orang pengurus, yg jika salah satu dari ke 3 orang ini jadi makmum, ada yg aneh terjadi..
>>>Setiap shalat berjamaah, & ada 1 dari 3orang itu atau ketiganya, bacaan surat pilihan yg dibacanya tiba2 hilang. Blank!
>>>Dia kebingungan. Ada apa dengan dirinya? Ada apa dgn ke 3 orang tersebut?
>>>Lalu sy bertanya pada beliau, "jabatan ke 3 orang itu selevel manajer ya?"
>>>"Iya betul!" Jawabnya.
>>>Lalu sy jelaskan padanya sebabnya. Yg terjadi padanya adalah pembentukan mindset negatif yg tak disadarinya.
>>>Mindset yg dibentuknya adalah,ketiga orang ini lebih hebat dari dirinya.
>>>Tanpa ia sadari, ia memberikan otoritas pada ketiga orang itu utk menghancurkan kepercayaan dirinya berkeping-keping.
>>>Pak Ded ini cerita,ketiga orang ini memang selalu mendominasi setiap forum. Seolah mereka yg paling benar.
>>>Dari status sosial, ketiganya memang lebih superior dari orang-orang di sekelilingnya.termasuk pak Ded.
>>> Karena status sosial itu, ketiganya merasa pantas menunjukkan powernya kepada semua orang di sekitarnya.
>>>Singkat cerita.. sy ajarkan teknik praktis utk memprogram ulang mindsetnya, alhmdulillah kepercayaan dirinya kembali normal.
>>> Yg lebih emejing, pak Ded berhasil membuat ketiganya terdiam di sebuah forum saat pak Ded bicara.
>>>Kapasitas intelektual pak Ded memang tak kalah dari ketiga orang itu. Apalagi, beliau lebih paham Islam.
>>>Mungkin pernah bertemu dengan orang sejenis ketiga orang itu?
>>>Maklumi saja ya, doakan mereka segera naik level, agar berhenti menunjukkan kehebatannya.
>>>Tak semua orang terserang sindrom level3 ini. Yg membaca tulisan ini insyaAllah termasuk yg aman dari sindrom itu ;)
>>> Kenapa sy bilang aman? Bagi sy,mereka yg terserang sindrom ini pada dasarnya tak akrab dgn ilmu.
>>>yg sy amati, mereka yg akrab dgn ilmu nyaris tak berhasrat utk menunjukkan kehebatan dirinya dari orang lain
>>>Saat memasuki wilayah level 3,mereka sudah langsung disibukkan dengan bagaimana menaikkan ke level selanjutnya.
>>>Sehingga, tak ada waktu untuk memamerkan, "eh,sy bisa ini loh..hebat ya?"
>>> Yg berbahaya, penderita sindrom ini tak mungkin sembuh jika ia menikmati sindromnya.
>>>Satu-satunya obat sindrom ini,si penderita wajib menaikkan levelnya agar sindromnya segera beres.
>>>Kita pasti akan masuk ke level3. Tapi pe-er kita adalah,bagaimana melewati level3 tanpa mencicipi sindromnya.
>>>Selamat belajar & terus menaikkan level.. -sekian-
>>>Pernahkah melihat orang yg selalu memamerkan kekayaannya?
>>>"Kemarin kan sy ke Bali,nginep di hotel.ya ampun hotelnya 2juta per malam.Alhamdulillah sih ada rezekinya.." <~ pernah dengar?
>>>Temen-temen alumni training "Mind Tech Mastery" biasa menyebut orang-orang semacam ini "orang level 3".
>>>Orang level 3 adalah org yg kondisi sebenarnya masih setengah. Di kondisi ini hasrat pengakuan itu memang besar sekali.
>>>Dia memang punya ilmu, tapi kapasitas ilmunya sebenarnya masih biasa saja. Tidak benar-benar wow. Biasa saja.
>>> Jika tentang kaya,dia mungkin kaya. Tapi kekayaannya juga masih biasa saja. Tak benar-benar kaya.
>>>Suatu saat sy kedatangan seorang klien. Namanya pak Ded. Pak Ded ini seorang pebisnis.
>>>Beliau sering ditunjuk menjadi imam di masjid dekat rumahnya krn ia aktif di masjid & punya pemahaman agama yg baik.
>>>Saat datang ke sy,beliau cerita. Ada masalah yg dirasanya cukup mengganggu dirinya
>>>Di masjid dekat rumahnya itu ada 3 orang pengurus, yg jika salah satu dari ke 3 orang ini jadi makmum, ada yg aneh terjadi..
>>>Setiap shalat berjamaah, & ada 1 dari 3orang itu atau ketiganya, bacaan surat pilihan yg dibacanya tiba2 hilang. Blank!
>>>Dia kebingungan. Ada apa dengan dirinya? Ada apa dgn ke 3 orang tersebut?
>>>Lalu sy bertanya pada beliau, "jabatan ke 3 orang itu selevel manajer ya?"
>>>"Iya betul!" Jawabnya.
>>>Lalu sy jelaskan padanya sebabnya. Yg terjadi padanya adalah pembentukan mindset negatif yg tak disadarinya.
>>>Mindset yg dibentuknya adalah,ketiga orang ini lebih hebat dari dirinya.
>>>Tanpa ia sadari, ia memberikan otoritas pada ketiga orang itu utk menghancurkan kepercayaan dirinya berkeping-keping.
>>>Pak Ded ini cerita,ketiga orang ini memang selalu mendominasi setiap forum. Seolah mereka yg paling benar.
>>>Dari status sosial, ketiganya memang lebih superior dari orang-orang di sekelilingnya.termasuk pak Ded.
>>> Karena status sosial itu, ketiganya merasa pantas menunjukkan powernya kepada semua orang di sekitarnya.
>>>Singkat cerita.. sy ajarkan teknik praktis utk memprogram ulang mindsetnya, alhmdulillah kepercayaan dirinya kembali normal.
>>> Yg lebih emejing, pak Ded berhasil membuat ketiganya terdiam di sebuah forum saat pak Ded bicara.
>>>Kapasitas intelektual pak Ded memang tak kalah dari ketiga orang itu. Apalagi, beliau lebih paham Islam.
>>>Mungkin pernah bertemu dengan orang sejenis ketiga orang itu?
>>>Maklumi saja ya, doakan mereka segera naik level, agar berhenti menunjukkan kehebatannya.
>>>Tak semua orang terserang sindrom level3 ini. Yg membaca tulisan ini insyaAllah termasuk yg aman dari sindrom itu ;)
>>> Kenapa sy bilang aman? Bagi sy,mereka yg terserang sindrom ini pada dasarnya tak akrab dgn ilmu.
>>>yg sy amati, mereka yg akrab dgn ilmu nyaris tak berhasrat utk menunjukkan kehebatan dirinya dari orang lain
>>>Saat memasuki wilayah level 3,mereka sudah langsung disibukkan dengan bagaimana menaikkan ke level selanjutnya.
>>>Sehingga, tak ada waktu untuk memamerkan, "eh,sy bisa ini loh..hebat ya?"
>>> Yg berbahaya, penderita sindrom ini tak mungkin sembuh jika ia menikmati sindromnya.
>>>Satu-satunya obat sindrom ini,si penderita wajib menaikkan levelnya agar sindromnya segera beres.
>>>Kita pasti akan masuk ke level3. Tapi pe-er kita adalah,bagaimana melewati level3 tanpa mencicipi sindromnya.
>>>Selamat belajar & terus menaikkan level.. -sekian-
Rabu, 28 Agustus 2013
Self Mastery "Credit Card"
>>>Kemarin sy bertemu teman-teman lama. Teman-teman waktu SMA dulu. Banyak obrolan menarik yg bisa jadi ilmu baru.
>>>Salah satunya adalah obrolan tentang Credit Card.
>>>Seorang teman bilang dia gak berani pakai CC. Krn takut gak bisa mengontrol diri untuk gunakan CCnya.
>>>Seorang teman lain mengomentari, banyak manfaatnya pakai CC itu kalau pinter mengelolanya.
>>>Sy sendiri lebih sepakat dgn komentar kedua. Kalau pinter kelolanya, CC memang bisa sgt bermanfaat.
>>>Meski sy sendiri gak pake CC. Males ngurusnya..mending pinjem CC orang hehee..
>>>Temen sy yg khawatir kebablasan ini cukup cerdas mengenal dirinya. Dia tau bahwa dirinya sangat konsumtif.
>>>Sehingga dia gak mau ambil resiko utk gunakan CC. Temen sy ini mgkn blm tau ilmu Self Mastery
>>>Apa hubungannya CC & SelfMastery ?
>>> Sederhana kok, SelfMastery itu kemampuan seseorang utk mampu mengelola dirinya dlm segala hal.
>>>Temen sy itu kan tau kalau CC itu bisa bermanfaat utk dirinya bila ia bisa menggunakan dgn baik.
>>>Andai ia mau belajar utk kuasai SelfMastery,ia akan dgn mudah kelola dirinya dgn baik.
>>> SelfMastery cerita ttg bagaimana kita kendalikan "Need" & "Want" dlm diri. Apa yg jd kebutuhan & keinginan?
>>> SelfMastery jg cerita ttg bagaimana sseorang mampu hasilkan LogicalDecision dlm setiap keputusan suatu tindakan.
>>>Nah, kelola CC jd mudah sekali saat ia menguasai kemampuan SelfMastery dgn baik. Apa sulitnya?
>>> Ia tinggal switch emosinya ke angka NOL dulu utk aktifkan logikanya.
>>> Lalu, ia tanya ke dirinya, "apakah ini kebutuhan sy? Atau hanya keinginan?"
>>>Maka, pertanyaan diatas mjd sangat jernih. Keputusannya pun sangat kecil kemungkinannya jadi EmotionalDecision!
>>> keputusan yg diambil setelah men-switch jarum Emosi ke angka NOL, pasti adalah LogicalDecision. Jernih sekali.
>>>InsyaAllah kita akan bahas ini di puncak Gunung Gede 13-15 September nanti. Sudah daftar?
>>>Yg belum daftar,sila ke 0896-5620-4384/ 2A4D6ED0. Rasanya masih ada kuota. Sebelum didaftarkan ke pos Gn.Gede.
>>> Konon,prinsipnya sederhana.. Yg paling menguasai dirinya,itu yg akan 'menguasai' dunia!
>>>Sekian obrolan pagi ini. Semoga bermanfaat. Gak perlu apply CC loh yaaa! Hehee -the end-
>>>Salah satunya adalah obrolan tentang Credit Card.
>>>Seorang teman bilang dia gak berani pakai CC. Krn takut gak bisa mengontrol diri untuk gunakan CCnya.
>>>Seorang teman lain mengomentari, banyak manfaatnya pakai CC itu kalau pinter mengelolanya.
>>>Sy sendiri lebih sepakat dgn komentar kedua. Kalau pinter kelolanya, CC memang bisa sgt bermanfaat.
>>>Meski sy sendiri gak pake CC. Males ngurusnya..mending pinjem CC orang hehee..
>>>Temen sy yg khawatir kebablasan ini cukup cerdas mengenal dirinya. Dia tau bahwa dirinya sangat konsumtif.
>>>Sehingga dia gak mau ambil resiko utk gunakan CC. Temen sy ini mgkn blm tau ilmu Self Mastery
>>>Apa hubungannya CC & SelfMastery ?
>>> Sederhana kok, SelfMastery itu kemampuan seseorang utk mampu mengelola dirinya dlm segala hal.
>>>Temen sy itu kan tau kalau CC itu bisa bermanfaat utk dirinya bila ia bisa menggunakan dgn baik.
>>>Andai ia mau belajar utk kuasai SelfMastery,ia akan dgn mudah kelola dirinya dgn baik.
>>> SelfMastery cerita ttg bagaimana kita kendalikan "Need" & "Want" dlm diri. Apa yg jd kebutuhan & keinginan?
>>> SelfMastery jg cerita ttg bagaimana sseorang mampu hasilkan LogicalDecision dlm setiap keputusan suatu tindakan.
>>>Nah, kelola CC jd mudah sekali saat ia menguasai kemampuan SelfMastery dgn baik. Apa sulitnya?
>>> Ia tinggal switch emosinya ke angka NOL dulu utk aktifkan logikanya.
>>> Lalu, ia tanya ke dirinya, "apakah ini kebutuhan sy? Atau hanya keinginan?"
>>>Maka, pertanyaan diatas mjd sangat jernih. Keputusannya pun sangat kecil kemungkinannya jadi EmotionalDecision!
>>> keputusan yg diambil setelah men-switch jarum Emosi ke angka NOL, pasti adalah LogicalDecision. Jernih sekali.
>>>InsyaAllah kita akan bahas ini di puncak Gunung Gede 13-15 September nanti. Sudah daftar?
>>>Yg belum daftar,sila ke 0896-5620-4384/ 2A4D6ED0. Rasanya masih ada kuota. Sebelum didaftarkan ke pos Gn.Gede.
>>> Konon,prinsipnya sederhana.. Yg paling menguasai dirinya,itu yg akan 'menguasai' dunia!
>>>Sekian obrolan pagi ini. Semoga bermanfaat. Gak perlu apply CC loh yaaa! Hehee -the end-
Langganan:
Postingan (Atom)